087812503764
Tingginya angka perceraian di Indonesia

Berdasarkan data dari Dirjen Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung pada periode 2014-2016 perceraian di Indonesia trennya meningkat. Dari 344.237 perceraian pada tahun 2014, naik menjadi 365.633 perceraian di tahun 2016. Rata-rata angka perceraian naik 3 persen per tahunnya.

Jumlah perkara perceraian merupakan komulatif dari cerai gugat dan cerai talak yang dikabulkan oleh Pengadilan Agama.

Beberapa faktor yang menjadi alasan mereka bercerai adalah

- Hubungan Sudah Tidak Harmonis
- Tidak Ada Tanggung jawab
- Kehadiran Pihak Ketiga
- Faktor Ekonomi

Dari banyaknya kasus perceraian diatas menunjukkan rapuhnya perkawinan di Indonesia. Hal ini bisa disebabkan karena banyak faktor, diantaranya adalah karena kurangnya pengetahuan persiapan pernikahan, kurangnya pengetahuan menghadapi pasangan, kurangnya persiapan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan. Hal itu menyebabkan ketidaktepatan sikap yang diambil ketika menghadapi masalah di dalam rumahtangga.